Platform Tiers & Rollout Roadmap¶
SSOT untuk packaging produk Scola per tier, batas scope tiap tier, dan rencana implementasi lintas-domain.
Last verified: 2026-03-17
1. Tujuan¶
Dokumen ini menggantikan fungsi bisnis/roadmap yang dulu tercampur di Recon_Tiers.md.
Dokumen ini dipakai untuk: - mendefinisikan batas fitur Tier 1, Tier 2, dan Tier 3 - memisahkan readiness operasional Tier 1 dari packaging komersial lintas tier - menjadi acuan backlog implementasi Tier 2 dan Tier 3 di struktur docs baru
Dokumen ini bukan pengganti SSOT domain. Detail kontrak, gap, dan acceptance domain tetap ada di:
- docs/domains/*/README.md
- docs/domains/user-management/README.md
- docs/domains/student-parent-data/README.md
- docs/qa/*
- docs/navigation/*
- docs/navigation/access-control.md
2. Prinsip Tiering¶
2.1 Pemisahan Konsep¶
| Konsep | Makna |
|---|---|
| Tier 1 readiness | Workflow inti sekolah yang wajib stabil, sinkron FE-BE, dan lolos gate operasional |
| Tier 1 commercial package | Paket fitur Starter untuk sekolah kecil |
| Tier 2 / Tier 3 | Packaging dan roadmap perluasan kapabilitas setelah baseline operasional terkunci |
2.2 Aturan Produk¶
- Tier tidak boleh ditentukan hanya oleh menu FE; source of truth harus ada di capability, guard backend, dan kontrak domain aktif.
- Fitur “ada di codebase” tidak otomatis berarti “siap dijual” di tier terkait.
- Domain yang dijadikan pembeda tier harus punya:
- kontrak API kanonis
- guard backend
- route/menu sync
- UAT/gate minimum
3. Tier Model¶
3.1 Tier 1 — Starter¶
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target | Sekolah kecil, madrasah, sekolah swasta baru, pesantren |
| Harga indikatif | Rp 500rb–1,5jt/bulan |
| Batas operasional | sampai 500 siswa, 50 guru, 2 admin user |
| Nilai utama | menjalankan operasi sekolah inti tanpa modul lanjutan |
Cakupan fungsional target: - akademik dasar - absensi inti manual - rapor inti - SPMB dasar - tagihan sekolah dasar - notifikasi dan pengumuman dasar - portal siswa dan orang tua - database siswa dan orang tua - user management dasar
Catatan readiness operasional: - readiness Tier 1 harus divalidasi dari gate operasional aktif, bukan hanya packaging - status operasional aktual per domain harus mengikuti SSOT domain + QA evidence terbaru
3.2 Tier 2 — Professional¶
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target | Sekolah menengah, sekolah negeri aktif, yayasan 1–3 unit |
| Harga indikatif | Rp 2,5–5jt/bulan |
| Batas operasional | sampai 1.500 siswa, 150 guru, 10 admin user |
| Nilai utama | digitalisasi operasional sekolah lengkap di satu unit/sekolah |
Bundle target (semua Starter +): - LMS lengkap - CBT sekolah - rapor multi-kurikulum + P5 - SPMB lengkap + CBT admission - BK/kesiswaan - perpustakaan - absensi RFID + face recognition - HR dasar + payroll guru - inventaris dasar - akuntansi dasar - payment gateway - WhatsApp gateway - Dapodik sync - analytics operasional
3.3 Tier 3 — Enterprise¶
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target | Yayasan besar, sekolah internasional, jaringan sekolah multi-unit |
| Harga indikatif | custom / per-unit pricing |
| Batas operasional | unlimited student, guru, dan admin user |
| Nilai utama | governance, konsolidasi lintas unit, dan operasi enterprise |
Bundle target (semua Professional +): - dashboard yayasan multi-sekolah - akuntansi enterprise penuh - HR enterprise - procurement lengkap - analytics strategis - CBT/LMS enterprise controls - laboratorium - feature flags management - white-label - API access - custom report builder
4. Implementasi Tier 2¶
4.1 Prasyarat Wajib¶
Sebelum Tier 2 boleh dinyatakan siap dikomersialisasi: - Tier 1 operasional benar-benar hijau - domain pembeda Tier 2 sudah lepas dari legacy RPC/fallback pada workflow aktif - RBAC lintas role sekolah tunggal sudah sinkron - paket capability Tier 2 bisa diaktif/nonaktif tanpa edit manual menu
4.2 Scope Eksekusi¶
| Domain | Outcome Tier 2 | Referensi SSOT |
|---|---|---|
| LMS | workflow course, konten, tugas, gradebook stabil | docs/domains/lms/README.md |
| CBT | bank soal, ujian, runner, penilaian stabil | docs/domains/cbt/README.md |
| SPMB | CBT admission + ranking + keluhan stabil | docs/domains/spmb/README.md |
| Kesiswaan | BK, pelanggaran, prestasi, izin, ekskul siap operasi | docs/domains/kesiswaan/README.md |
| Perpustakaan | katalog, sirkulasi, denda, GLS siap operasi | docs/domains/perpustakaan/README.md |
| HR dasar | karyawan, kontrak, cuti, payroll guru | docs/domains/hr/README.md |
| Keuangan | payment gateway + akuntansi dasar | docs/domains/keuangan/README.md |
| Inventaris | aset, stok, mutasi, approval dasar | docs/domains/inventaris/README.md |
| Absensi | RFID/face untuk sekolah tunggal | docs/domains/absensi/README.md |
4.3 Backlog Implementasi¶
P0 — Packaging & Gating¶
- buat matriks capability per tier di layer konfigurasi, bukan hard-coded per view
- tambahkan backend entitlement guard untuk domain pembeda Tier 2
- audit menu/route agar fitur yang bukan Tier 1 tidak bocor ke tenant Starter
P1 — Domain Hardening¶
- tutup seluruh gap aktif LMS/CBT yang masih mengandalkan contract shadow atau skip data
- kanonisasi payment gateway dan WhatsApp gateway ke kontrak domain resmi
- kunci workflow HR dasar, perpustakaan, dan inventaris dasar untuk single-school operation
P2 — Launch Readiness¶
- tambah smoke lintas role Tier 2 minimum: admin, teacher/homeroom, student, parent, counselor, librarian, treasurer
- siapkan seed/UAT data untuk seluruh domain pembeda Tier 2
- tambahkan evidence pricing/packaging ke onboarding dan sales handoff
4.4 Acceptance Tier 2¶
Tier 2 hanya boleh dinyatakan siap jika: - semua domain pembeda Tier 2 punya SSOT domain yang up to date - capability gating per tier berjalan di FE dan BE - smoke lintas role Tier 2 hijau - tidak ada workflow aktif Tier 2 yang masih bergantung pada legacy Odoo ORM gateway langsung dari view
5. Implementasi Tier 3¶
5.1 Prasyarat Wajib¶
Sebelum Tier 3 dimulai: - Tier 2 sudah stabil secara operasional - model tenant, entitlements, dan audit usage sudah matang - ada keputusan eksplisit tentang isolasi multi-unit dan scope white-label
5.2 Scope Eksekusi¶
| Domain | Outcome Tier 3 | Referensi SSOT |
|---|---|---|
| Yayasan / governance | dashboard konsolidasi lintas sekolah | docs/domains/academic/README.md, docs/domains/keuangan/README.md |
| Akuntansi enterprise | RKAS, approval, reconciliation, tax, asset | docs/domains/keuangan/README.md |
| HR enterprise | BPJS, PPh21, batch payroll, integration akuntansi | docs/domains/hr/README.md |
| Procurement | PO, vendor comparison, invoice matching | docs/domains/inventaris/README.md |
| Analytics strategis | policy, reliability, benchmarking | domain SSOT terkait |
| Platform | white-label, API access, custom reports | docs/architecture/README.md + docs/api/README.md |
5.3 Backlog Implementasi¶
P0 — Multi-Unit Platform¶
- definisikan boundary multi-unit dan data isolation lintas sekolah
- tambah subscription/tier entitlement model yang mendukung scope yayasan
- siapkan super-admin/operator workflow untuk SaaS operator
P1 — Enterprise Controls¶
- entitlement backend untuk white-label, API access, dan analytics strategis
- audit trail lintas unit untuk keuangan, HR, dan akademik
- report builder/custom export yang tidak menabrak kontrak domain inti
P2 — Enterprise Go-To-Market¶
- onboarding multi-unit
- SLA/support playbook
- operational runbook untuk tenant enterprise
5.4 Acceptance Tier 3¶
Tier 3 hanya boleh dinyatakan siap jika: - isolation dan entitlement lintas unit tervalidasi - workflow yayasan tidak bergantung pada scoping browser - audit, reporting, dan data export memenuhi kebutuhan governance - support dan operasi deployment punya runbook enterprise yang jelas
6. Urutan Eksekusi yang Disarankan¶
- Kunci Tier 1 operasional sampai gate benar-benar hijau
- Tambahkan capability/tier entitlement model lintas FE-BE
- Hardening domain pembeda Tier 2
- Baru setelah itu mulai multi-unit, enterprise finance/HR, dan white-label untuk Tier 3
7. Catatan Migrasi Dokumentasi¶
Recon_Tiers.mdadalah sumber historis pra-konsolidasi untuk tiering dan repo recon.- Repo recon per domain sekarang harus hidup di SSOT domain masing-masing.
- Roadmap lintas-tier aktif dipusatkan di dokumen ini agar tidak bercampur lagi dengan audit Tier 1 operasional.