Lewati ke isi

PANDUAN IMPLEMENTASI & SKENARIO OPERASIONAL: MODUL ABSENSI SCOLA

Dokumen Referensi Utama untuk Staf Implementator & Business Support
Versi Dokumen: 1.0 (Junior/Senior Implementator Grade)
Tanggal Pembaruan Terakhir: 11 Juni 2026
Ruang Lingkup Sistem: scola_attendance, scola_hr_attendance (Backend) + scola-fe-v2 (Frontend)


1. PENDAHULUAN & ARSITEKTUR SISTEM

Sistem Absensi Scola didesain untuk mengakomodasi kebutuhan tata kelola kehadiran modern di lingkungan institusi pendidikan (sekolah mandiri maupun Yayasan yang menaungi beberapa jenjang unit sekolah seperti TK/PAUD, SD, SMP, SMA). Modul ini terbagi menjadi dua pilar fungsional utama: 1. Kehadiran Siswa (Student Attendance): Mengelola pencatatan harian siswa (check-in/check-out manual maupun otomatis RFID) serta absensi per sesi mata pelajaran (per jam pelajaran). 2. Kehadiran Staf & Pegawai (Staff Attendance): Mengelola swafoto mandiri pegawai berbasis Pengenalan Wajah (Face Recognition) dan verifikasi lokasi GPS.

1.1 Struktur Modul & Model Database (Odoo)

Sebagai implementator, Anda wajib memahami korelasi antara tampilan di UI Frontend dengan model data di Odoo backend agar proses debugging dan migrasi data berjalan lancar.

Konsep Bisnis Model Odoo (Technical Name) Penjelasan Teknis
Rombongan Belajar (Rombel) op.batch PENTING: Selalu gunakan rombel (op.batch) untuk filter kelas, bukan ruang fisik (op.classroom).
Kartu RFID rfid.card Menyimpan mapping UUID kartu fisik RFID ke data op.student atau hr.employee.
Perangkat/Reader rfid.device Registrasi IP, status, lokasi, dan secret_key pengaman enkripsi (HMAC).
Log Tap RFID rfid.event Rekaman mentah (raw log) setiap kartu di-tap pada mesin gate-in/gate-out.
Aturan Keterlambatan rfid.attendance.rule Batas jam masuk dan toleransi (grace period) per jenjang sekolah (TK/SD/SMP/SMA).
Lembar Absensi Sesi op.attendance.sheet Header absensi kelas per sesi pelajaran (menyimpan tahun ajaran & semester).
Garis Absensi (Line) op.attendance.line Record absensi individu siswa (menyimpan status, suhu, dan scope).
Surat Izin Orang Tua scola.student.leave.request Workflow pengajuan izin siswa oleh orang tua (Sakit, Izin, Dispensasi).
Presensi Wajah Staf scola.employee.attendance Record absen mandiri staf menggunakan swafoto wajah dan GPS.
Registrasi Wajah scola.employee.face Menyimpan encoding biometrik wajah staf untuk pencocokan AI.
Koreksi Absensi Staf scola.attendance.correction Pengajuan revisi absen staf jika lupa tap atau dinas luar.

2. PILAR 1: KEHADIRAN SISWA (STUDENT ATTENDANCE)

Sistem Scola mengizinkan pencatatan kehadiran siswa dalam dua dimensi independen tanpa terjadi hitung ganda (double-counting) berkat pemisahan field attendance_scope: - arrival_departure: Kehadiran harian (gerbang sekolah) - per_lesson: Kehadiran di dalam kelas per jam pelajaran


SKENARIO 1.1: Absensi Harian Manual & Input Suhu (Khusus TK/PAUD)

Tujuan: Guru piket atau petugas TU mencatat kedatangan dan kepulangan siswa secara manual menggunakan tablet/PC di area lobi, sekaligus mengukur dan menginput suhu tubuh siswa (kondisi UAT wajib PAUD).

A. Konfigurasi Awal (Role: Admin)

  1. Masuk ke menu Settings -> Pengaturan Sekolah -> tab Pengaturan Absensi.
  2. Aktifkan toggle Kedatangan & Kepulangan.
  3. Pilih Metode: Manual oleh petugas.
  4. Aktifkan Pencatatan suhu PAUD dan aktifkan Suhu wajib.
  5. Tentukan Ambang Demam (misalnya 37.5°C).
  6. Klik Simpan.

B. Operasional Harian (Role: Admin Staff / Petugas TU)

  1. Akses menu Kehadiran Siswa -> Kedatangan & Kepulangan (Route: /attendance/daily).
  2. Pilih tanggal hari ini dan pilih Kelas/Rombel PAUD aktif. Klik Muat Roster.
  3. Sistem memunculkan seluruh daftar siswa rombel tersebut.
  4. Alur Check-In (Suhu Normal):
  5. Ukur suhu Siswa A (misal: 36.5°C). Input 36.5 pada kolom suhu.
  6. Klik tombol Check-In/Datang.
  7. Hasil: Status siswa berubah menjadi Hadir (H), tercatat waktu kedatangan, source manual_operator, dan status suhu Normal.
  8. Alur Check-In (Suhu Demam / Di Atas Ambang):
  9. Ukur suhu Siswa B (misal: 38.0°C). Input 38.0.
  10. Klik Check-In/Datang.
  11. Hasil: Sistem menampilkan indikator peringatan warna merah (Fever/Demam) pada baris Siswa B. Data tetap tersimpan namun ditandai untuk monitoring guru kelas.
  12. Alur Validasi Kosong:
  13. Coba lakukan Check-In pada Siswa C tanpa mengisi kolom suhu.
  14. Hasil: Sistem menampilkan toast error "Suhu tubuh wajib diisi untuk unit PAUD". Check-in ditolak dan database tetap bersih.
  15. Alur Check-Out (Pulang):
  16. Di akhir jam sekolah, buka kembali roster yang sama.
  17. Temukan Siswa A, lalu klik tombol Check-Out/Pulang.
  18. Hasil: Waktu kepulangan tercatat tanpa menghapus catatan waktu kedatangan awal.

SKENARIO 1.2: Absensi Otomatis Gerbang Sekolah (RFID Gate-In / Gate-Out)

Tujuan: Siswa menempelkan (tap) kartu RFID pada mesin pembaca di gerbang masuk/keluar sekolah. Sistem secara otomatis mencatat kehadiran, mengecek status keterlambatan sesuai aturan masing-masing jenjang, dan mendeteksi duplikasi tap.

A. Konfigurasi Baseline (Role: Admin)

  1. Masuk ke Settings -> Pengaturan Absensi -> pilih Metode: RFID.
  2. Masuk ke menu Kehadiran -> Perangkat RFID (Route: /settings/rfid/devices).
  3. Registrasikan pembaca RFID gerbang sekolah:
  4. Device ID: GATE-IN-SMP
  5. Nama Perangkat: Gerbang Masuk SMP
  6. Tipe: gate_in
  7. IP Address: Masukkan IP statis alat reader (untuk IP Allowlist).
  8. Klik Simpan. Catat Secret Key (HMAC) yang di-generate sistem untuk dimasukkan pada konfigurasi hardware reader.
  9. Masuk ke Kehadiran -> Aturan Kehadiran (Route: /settings/rfid/config).
  10. Daftarkan Aturan Jenjang SMP:
  11. Batas Jam Masuk: 07:15
  12. Toleransi Keterlambatan (Grace Period): 15 Menit (artinya batas akhir tanpa denda terlambat adalah 07:30).

B. Registrasi Kartu Siswa (Role: Admin Staff / TU)

  1. Masuk ke Kehadiran -> Kartu RFID (Route: /settings/rfid/cards).
  2. Klik Registrasi Kartu.
  3. Gunakan autocomplete untuk mencari Nama Siswa (Siswa A).
  4. Isi UID Kartu (misalnya: 8A9C2D4F). Klik Simpan.
  5. Alternatif Massal: Klik Bulk Import, unduh template CSV, isi kolom student_id (ID Odoo) dan card_uid, lalu unggah kembali untuk mendaftarkan ratusan kartu sekaligus.

C. Simulasi Jalannya Absensi & Validasi Edge Cases (UAT Lapangan)

  1. Kasus Tap Tepat Waktu (Siswa A - Tap jam 07:05):
  2. Siswa A melakukan tap kartu di GATE-IN-SMP.
  3. Hasil: Sistem merekam rfid.event -> memproses lewat rfid.attendance.processor -> membuat baris baru di op.attendance.line.
  4. Status: Hadir, Waktu masuk: 07:05, Terlambat: 0 menit, Source: rfid.
  5. Kasus Tap Terlambat (Siswa B - Tap jam 07:35):
  6. Siswa B melakukan tap kartu di GATE-IN-SMP.
  7. Hasil: Karena 07:35 melewati batas masuk + toleransi (07:15 + 15m = 07:30), sistem otomatis mencatat status Terlambat (T) dan menghitung nilai late_minutes sebanyak 20 menit.
  8. Kasus Cooldown / Anti-Spam (Double-Tap):
  9. Siswa A sengaja melakukan tap kartu berulang kali pada jam 07:06 (selang beberapa detik).
  10. Hasil: Sistem mendeteksi card_uid yang sama dalam jendela cooldown (misal: 60 detik). Tap kedua dan seterusnya hanya dicatat sebagai log event mentah dengan status Duplicate/Ignored tanpa membuat baris baru atau mengacaukan waktu kedatangan pertama.
  11. Kasus Kartu Hilang (Report Lost & Replacement):
  12. Siswa A melaporkan kartunya hilang di siang hari.
  13. Buka menu Kartu RFID -> pilih Kartu Siswa A -> klik Laporkan Hilang.
  14. Hasil: Kartu lama dengan UID 8A9C2D4F dinonaktifkan secara otomatis (archived) untuk mencegah penyalahgunaan. Sistem meminta input UID kartu pengganti baru secara instan di modal yang sama.

SKENARIO 1.3: Absensi Sesi Jam Pelajaran (Per-Lesson) oleh Guru

Tujuan: Terlepas dari apakah siswa sudah tap di gerbang luar atau belum, guru mata pelajaran wajib mengambil absensi fisik di dalam ruang kelas pada setiap sesi pelajaran untuk keperluan penilaian proses belajar mengajar.

A. Operasional Kelas (Role: Guru / Wali Kelas)

  1. Guru login ke sistem, mengakses sidebar Faculty -> Kehadiran Siswa (Route: /faculty/attendance).
  2. Sistem mendeteksi kelas dan mata pelajaran aktif guru tersebut berdasarkan jadwal mengajar (timetable) hari ini.
  3. Klik tombol Isi Kehadiran pada sesi yang diinginkan.
  4. Sistem memuat daftar siswa rombel bersangkutan.
  5. Guru memberikan tanda centang pada opsi status masing-masing siswa:
  6. Hadir (H)
  7. Sakit (S): Guru mengunggah foto surat dokter anak jika ada (proof_file).
  8. Izin (I): Guru memasukkan catatan alasan izin dan bukti dokumen pendukung.
  9. Alpa (A): Tanpa keterangan.
  10. Klik Simpan Absensi.
  11. Hasil: Lembar absensi (op.attendance.sheet) tersimpan dengan scope per_lesson.

B. Pencegahan Hitung Ganda (Anti Double-Counting)

  • Jika Siswa A tercatat Hadir di gerbang masuk sekolah (scope arrival_departure) dan menghadiri 4 sesi mata pelajaran berbeda dalam sehari (scope per_lesson sebanyak 4 records), laporan kehadiran harian Yayasan/Principal tidak akan menjumlahkannya menjadi 5 kehadiran.
  • Laporan rekap harian hanya menyaring data yang memiliki attendance_scope = arrival_departure.

SKENARIO 1.4: Pengajuan Surat Izin Orang Tua & Auto-Bridge

Tujuan: Orang tua murid mengirimkan pemberitahuan resmi bahwa anaknya tidak bisa masuk sekolah karena sakit atau urusan keluarga demi menghindari status "Alpa" di roster guru.

A. Alur Pengajuan (Role: Orang Tua)

  1. Orang Tua login ke portal aplikasi Scola.
  2. Masuk ke menu Kehadiran Anak -> klik Ajukan Surat Izin (model: scola.student.leave.request).
  3. Pilih Nama Anak, Tipe Izin: Sakit, Tanggal Mulai: Hari Ini, Tanggal Selesai: Besok.
  4. Tulis deskripsi alasan dan unggah file foto Surat Dokter. Klik Kirim Pengajuan.

B. Alur Persetujuan & Auto-Fill (Role: Wali Kelas / Kesiswaan)

  1. Wali Kelas mendapatkan notifikasi pengajuan izin baru di dashboard-nya.
  2. Masuk ke menu Persetujuan Izin Siswa. Tinjau foto surat dokter yang diunggah orang tua.
  3. Klik tombol Setujui / Approve.
  4. Hasil Auto-Bridge Kehadiran:
  5. Sistem secara otomatis membuat baris data di op.attendance.line untuk siswa tersebut pada tanggal yang disetujui dengan status Sakit (S) dan melampirkan file bukti tersebut secara otomatis.
  6. Ketika Guru mata pelajaran membuka lembar absensi kelas (Skenario 1.3), status siswa tersebut sudah otomatis terisi Sakit (S) beserta ikon klip kertas (bukti surat sakit terlampir), sehingga guru tidak perlu mengabsen manual lagi.

3. PILAR 2: KEHADIRAN STAF & PEGAWAI (STAFF ATTENDANCE)

Pilar ini didesain khusus untuk mengamankan jam kerja pegawai sekolah secara ketat guna meminimalisir manipulasi absensi ("titip absen").


SKENARIO 2.1: Swafoto Mandiri Pegawai (Self Attendance) via Pengenalan Wajah & GPS

Tujuan: Guru dan staf sekolah melakukan check-in masuk dan keluar menggunakan perangkat smartphone pribadi mereka saat tiba di area lingkungan sekolah.

A. Registrasi Wajah Baseline (Role: Admin Staff / TU)

  1. Pegawai baru wajib mendaftarkan data wajah awal mereka di ruang TU.
  2. Admin TU mengakses menu Kehadiran -> Registrasi Wajah Pegawai (Route: /attendance/staff/face-registration).
  3. Cari nama Pegawai, klik Ambil Foto Wajah. Kamera PC/Tablet TU akan menyala untuk menangkap wajah pegawai dari 3 sudut (depan, sedikit kiri, sedikit kanan).
  4. Sistem memproses foto dan mengekstrak matriks wajah (face encoding) ke dalam model scola.employee.face. Klik Simpan.

B. Operasional Harian Staf (Role: Guru / Staf Pegawai)

  1. Pegawai tiba di sekolah dan membuka aplikasi Scola di smartphone pribadinya.
  2. Akses menu Absen Mandiri (Route: /attendance/self).
  3. Sistem secara otomatis meminta izin akses Kamera dan Lokasi (GPS) perangkat.
  4. Validasi Geolocation (Radius GPS - Haversine Formula):
  5. Sistem membandingkan koordinat GPS smartphone pegawai dengan koordinat resmi sekolah yang disimpan di konfigurasi instansi (res.company).
  6. Kasus Luar Radius: Jika pegawai mencoba absen dari rumah (jarak > radius toleransi, misal 50 meter), sistem menampilkan pesan error merah "Anda berada di luar jangkauan wilayah sekolah (Jarak: 3.5 km). Silakan merapat ke area sekolah!". Tombol Absen dinonaktifkan.
  7. Kasus Dalam Radius: Jika jarak GPS ≤ 50 meter, tombol pengenalan wajah akan terbuka.
  8. Verifikasi Pengenalan Wajah (Face Recognition):
  9. Pegawai melakukan swafoto (selfie) langsung dari aplikasi.
  10. Sistem mengirimkan foto tersebut ke backend untuk diverifikasi menggunakan library pencocokan biometrik wajah terhadap data encoding yang didaftarkan di TU.
  11. Jika wajah tidak cocok (misal wajah orang lain yang memegang smartphone-nya), sistem menolak check-in dengan log keamanan khusus.
  12. Jika wajah cocok, proses check-in berhasil disimpan ke model scola.employee.attendance (kemudian di-rekon ke hr.attendance).

SKENARIO 2.2: Pengajuan Koreksi Absensi Pegawai (Attendance Correction)

Tujuan: Mengakomodasi kebutuhan pegawai yang lupa melakukan tap/selfie masuk karena terburu-buru, atau pegawai sedang ditugaskan dinas luar kota sehingga tidak berada di radius GPS sekolah.

A. Alur Pengajuan (Role: Guru / Staf Pegawai)

  1. Pegawai membuka menu Riwayat Kehadiran Pribadi -> klik Ajukan Koreksi (model: scola.attendance.correction).
  2. Pilih Tanggal yang ingin dikoreksi (misal kemarin lusa).
  3. Masukkan Jam Masuk Seharusnya (07:00) dan Jam Keluar Seharusnya (15:00).
  4. Pilih Alasan Koreksi: Dinas Luar (DL) atau Lupa Absen.
  5. Unggah Surat Tugas Dinas Luar atau dokumen bukti pendukung. Klik Kirim.

B. Alur Persetujuan (Role: Kepala TU / Admin)

  1. Kepala TU masuk ke menu Persetujuan Koreksi Absen di dashboard admin.
  2. Tinjau lampiran surat tugas dinas luar pegawai bersangkutan.
  3. Klik Setujui / Approve.
  4. Hasil: Status pengajuan berubah dari Draft -> Approved. Sistem secara otomatis meng-update/menyisipkan jam check-in dan check-out pegawai pada tabel presensi resmi hari itu sehingga kalkulasi jam kerja tetap penuh dan tidak dipotong denda payroll.

SKENARIO 2.3: Rekonsiliasi Otomatis (Cron Sync) & Kunci Periode (Period Lock)

Tujuan: Menjamin integritas data kehadiran sebelum dikirimkan ke tim keuangan/bendahara untuk pencairan gaji bulanan (payroll) agar tidak ada data yang bisa diubah pasca-finalisasi.

A. Rekonsiliasi Otomatis (Sistem)

  • Sistem menjalankan background job otomatis (cron_attendance_reconciliation) setiap malam hari jam 23:59.
  • Tugas cron ini adalah melakukan rekonsiliasi data antara presensi swafoto kustom (scola.employee.attendance) dengan modul pencatatan waktu standar Odoo (hr.attendance). Hal ini memastikan modul Payroll bawaan Odoo tetap mendapatkan data jam kerja yang akurat.

B. Kunci Periode Absensi (Role: Kepala TU / Admin)

  1. Di setiap akhir bulan (misal tanggal 25), Kepala TU mengakses menu Pengaturan Kehadiran -> tab Kunci Periode Absensi (scola.attendance.lock).
  2. Buat record kunci baru:
  3. Tanggal Mulai Kunci: 2026-05-26
  4. Tanggal Selesai Kunci: 2026-06-25
  5. Klik Aktifkan Kunci.
  6. Hasil Keamanan:
  7. Setelah periode dikunci, seluruh pegawai tidak dapat lagi mengajukan koreksi absen (Skenario 2.2) untuk tanggal-tanggal di dalam periode tersebut.
  8. Admin atau Guru pun tidak dapat mengubah histori absensi periode tersebut di UI. Hal ini menjamin angka kehadiran 100% valid saat diolah menjadi slip gaji pegawai.

4. NOTIFIKASI ORANG TUA & INTEGRASI REGULASI (DAPODIK)

Penerapan absensi Scola memberikan dampak langsung pada keterlibatan orang tua murid dan kepatuhan administratif sekolah terhadap Kementerian Pendidikan.

4.1 Notifikasi WhatsApp Real-time Orang Tua (Siswa Tap RFID Gerbang)

Ketika siswa melakukan tap di gerbang masuk sekolah (Skenario 1.2), sistem secara otomatis memicu pengiriman pesan WhatsApp instan kepada nomor HP orang tua yang terdaftar di model scola_parent:

"Halo Bapak/Ibu Wali Murid dari Siswa A (Kelas 7A). Menginfokan bahwa putra/putri Anda telah tiba di sekolah dengan selamat pada pukul 07:05 WIB dengan suhu tubuh normal 36.5°C. Terima kasih atas kerja samanya."

Begitu juga saat tap keluar gerbang di sore hari:

"Halo Bapak/Ibu Wali Murid dari Siswa A (Kelas 7A). Menginfokan bahwa putra/putri Anda telah meninggalkan lingkungan sekolah pada pukul 15:30 WIB untuk perjalanan pulang ke rumah. Terima kasih."


4.2 Ekspor Data Kehadiran Format Dapodik / EMIS

Setiap akhir semester, sekolah wajib melaporkan rekapitulasi kehadiran siswa ke dalam sistem Dapodik Kemendikbud (atau EMIS Kemenag untuk Madrasah). Scola menyediakan menu ekspor sekali-klik untuk kebutuhan ini: 1. Masuk ke Kehadiran -> Laporan Kehadiran Siswa (Route: /attendance/reports). 2. Tentukan filter Tahun Ajaran, Semester, dan pilih format ekspor: Template Dapodik (.xlsx). 3. Klik Ekspor. 4. Hasil: File Excel akan terunduh dengan kolom-kolom yang sudah dipetakan persis sesuai format Dapodik (nama siswa, NISN, jumlah Sakit, Jumlah Izin, Jumlah Alpa). Operator sekolah tinggal melakukan copy-paste massal ke aplikasi Dapodik lokal tanpa perlu menghitung manual satu per satu dari buku absen fisik.


5. PENANGANAN KENDALA OPERASIONAL DI LAPANGAN (F.A.Q & TROUBLESHOOTING)

Sebagai staf implementator, Anda adalah baris pertahanan pertama saat sekolah mengalami kendala operasional. Berikut adalah ringkasan solusi untuk masalah yang paling sering ditemui:

Q1: Mengapa di dashboard Guru, status kehadiran siswa tertulis "Alpa", padahal orang tua mengklaim anaknya sudah mengajukan izin kemarin malam?

  • Penyebab: Orang tua memang sudah mengirimkan pengajuan izin di portal, namun Wali Kelas atau Guru Piket belum melakukan persetujuan (approval) di sistem Scola (masih berstatus Draft atau Pending).
  • Solusi Implementator: Instruksikan wali kelas untuk masuk ke menu Persetujuan Izin Siswa, meninjau pengajuan bersangkutan, lalu klik Setujui. Setelah disetujui, alur Auto-Bridge akan otomatis mengubah status siswa tersebut di lembar absensi guru menjadi Izin (I) atau Sakit (S) secara realtime.

Q2: Pegawai mengeluhkan tidak bisa melakukan swafoto masuk (tombol absen terkunci), dengan peringatan "Anda berada di luar jangkauan radius sekolah", padahal pegawai tersebut sudah berdiri tepat di depan lobi kantor TU.

  • Penyebab 1: GPS smartphone pegawai belum dikalibrasi atau berada dalam mode hemat daya sehingga akurasinya melenceng (lemah sinyal satelit).
  • Penyebab 2: Koordinat garis lintang dan bujur (latitude & longitude) sekolah yang dimasukkan di menu konfigurasi instansi Odoo (res.company) kurang presisi atau bergeser beberapa puluh meter dari bangunan fisik sekolah yang sebenarnya.
  • Solusi Implementator:
    1. Minta pegawai mematikan dan menghidupkan kembali GPS smartphone, atau membuka Google Maps sebentar agar akurasinya terkalibrasi ulang.
    2. Jika terjadi pada banyak pegawai, koordinat resmi instansi di Odoo perlu digeser agar presisi di tengah area bangunan utama sekolah, atau luaskan batas radius toleransi GPS (misal diubah dari 30 meter menjadi 100 meter) melalui menu Pengaturan Kehadiran -> Konfigurasi Radius GPS.

Q3: Bagaimana jika jaringan internet sekolah mendadak terputus (down)? Apakah sistem gerbang RFID akan lumpuh?

  • Penjelasan Teknis: Untuk mengantisipasi internet putus di gerbang sekolah, disarankan memasang Scola Edge Service (SQLite Local Buffer) di komputer mini (seperti Raspberry Pi atau PC Lokal) yang terhubung ke reader RFID gerbang.
  • Solusi Implementator: Jika internet mati, pembaca RFID akan tetap menerima tap kartu dan menyimpannya secara lokal ke dalam antrean offline SQLite Edge Service. Begitu koneksi internet sekolah kembali pulih, Edge Service akan otomatis melakukan sinkronisasi (push) data antrean tersebut ke server cloud Scola tanpa kehilangan satu pun histori kehadiran siswa harian.

Q4: Ada laporan dari guru SMP bahwa data kehadiran harian gerbang (RFID) berbeda drastis dengan absensi kelas (per jam pelajaran). Siapa yang benar?

  • Penyebab: Siswa melakukan tap masuk di gerbang luar pada jam 07:00, namun siswa tersebut membolos/pergi keluar sekolah secara sembunyi-sembunyi saat jam pelajaran ke-3 dimulai. Hal ini wajar terjadi di lingkungan sekolah menengah.
  • Solusi Implementator: Informasikan ke manajemen sekolah (Principal/Kesiswaan) bahwa kedua data tersebut adalah benar dan mencerminkan kondisi lapangan:
    • Data gerbang (RFID) mengonfirmasi bahwa siswa tersebut memang sudah datang menyeberangi gerbang sekolah di pagi hari.
    • Data sesi (Guru Kelas) mengonfirmasi bahwa siswa tersebut tidak hadir di kelas pada jam pelajaran tertentu.
    • Perbedaan ini sangat berharga bagi Guru BK / Kesiswaan untuk mendeteksi siswa yang membolos di dalam lingkungan sekolah (internal truancy).